Thursday, 12 February 2015

relative strength index

Diperkenalkan oleh J.Welles Wilder pada tahun 1978.  RSI merupakan indikator oscillator*  yang digunakan untuk menunjukkan kekuatan harga dengan cara membandingkan pergerakan kenaikan dan penurunan harga.  RSI mempunyai batasan level terendah dan level tertinggi, yaitu skala 0 sampai dengan 100.  Penemunya merekomendasikan level di atas 70 sebagai area yang dinyatakan overbought (jenuh beli ® sinyal bearish) dan level di bawah 30 sebagai oversold (jenuh jual ® sinyal bullish).  Periode yang dijadikan standar adalah 14 hari dan signal 9 hari.

* Sedikit tambahan mengenai Indikator dalam Analisa Tekhnikal :
Secara umum indikator dikelompokkan menjadi 2 :
1.            Trend Following Indicator (Lagging Indicator - mengikuti trend) :  adalah indikator yang berfungsi untuk mendeteksi trend.  Indikator ini “tidak cocok” digunakan dalam keadaan pasar yang sedang sideways.  Contoh indikator jenis ini adalah : Moving Average, Bollinger Bands, Parabolic SAR, On Balance Volume, MACD dll.   Kelebihan lagging indicator adalah memberikan sinyal setelah trend benar-benar terbentuk.  Sedangkan kelemahannya adalah indikasi yang ditunjukkan lebih lambat.
2.            Oscillator Indicator (Leading Indicator - mendahului trend) :  adalah indikator yang berfungsi untuk membaca momentum suatu market apakah sedang oversold atau overbought.  Contoh indikator jenis ini adalah Stochastic, RSI, Williams %R, MACD (MACD termasuk lagging dan juga leading indicator), dll. Biasanya oscillator bergerak terbatas di dalam area tertentu, seperti Stochastic dan RSI bergerak di area 0 -100.  Kelebihan leading indicator adalah memberikan indikasi sebelum trend berubah.  Sedangkan kelemahannya adalah sering memberikan sinyal palsu.

§ Belajar membaca indikator adalah lebih merupakan seni daripada sains.
Hal yang terbaik adalah fokus pada dua atau tiga indikator saja, kemudian pelajari seluk beluk dan ciri khas dari indikator tersebut. Cobalah untuk memilih indikator yang saling melengkapi.  Sebagai contoh kita bisa memilih satu atau dua indikator yang merupakan lagging Indicator dan hanya satu saja yang merupakan leading indikator (misalnya kita pilih Moving Average dan atau Bollinger Bands + RSI atau bisa juga kita pilih Moving Average + Stochastic,..dsb).
Jika anda menggunakan indikator sampai lebih dari enam, dijamin anda akan pusing sendiri….

Baiklah, sekarang kita kembali ke topik pembahasan kita,

Rumus perhitungan nilai RSI adalah :
 
RS  =
Rata-rata Gain    = 
Rata-rata Loss    = 
Rumus untuk menghitung signal dari RSI :
EMA : Exponential Moving Average
T       :  periode signal
§ Dengan mengetahui dari mana diperolehnya nilai RSI dan signalnya tersebut, kita akan mampu menginterpretasikan RSI  dengan lebih baik.

Contoh perhitungan RSI 14 hari pada saham APLN :


  Perhatikan chart di bawah ini, dalam RSI terdapat RSI line, Signal line, garis 30, garis 70 dan garis 50
Fungsi dan cara membaca garis RSI :

No comments:

Post a Comment