Thursday, 12 February 2015

relative strength index (fungsi dan cara membaca)


1.Mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold
Ketika RSI berada di area oversold bergerak ke atas menembus garis 30, dan RSI memotong ke atas garis signalnya, serta muncul candle jenis reversal (seperti hammer, inverted hammer atau piercing line, dll) ini merupakan petunjuk adanya sinyal beli (lihat tanda panah hijau).
Sebaliknya ketika RSI berada di area overbought bergerak ke bawah menembus garis 70, dan RSI memotong ke bawah garis signalnya, serta muncul candle jenis reversal (seperti shooting star, hanging man, dll) ini merupakan petunjuk adanya sinyal jual (lihat tanda panah merah).



2.Perpotongan dengan garis 50 (the center line cross over) ® momentum
RSI dapat digunakan untuk mengukur kekuatan momentum kenaikan atau penurunan harga.  Cross over ini terjadi pada garis 50 (center line).  Bila garis RSI menembus garis 50 dari bawah ke atas, maka dapat diindikasikan akan terjadi trend naik (lihat tanda panah biru).   Sebaliknya, bila garis RSI menembus garis 50 dari atas ke bawah, maka dapat diindikasikan akan terjadi trend turun. (lihat tanda panah coklat).


3.Divergence
Bila harga sedang dalam keadaan trend turun, namun RSI yang berada di area oversold bergerak naik (bullish divergence), maka ada potensi akan terjadinya pembalikan arah.  Sinyal beli didapatkan setelah harga melewati trendline.  Lihat chart ADHI sekitar awal tahun 2014 di bawah ini :



Sebaliknya, bila harga sedang dalam keadaan trend naik, namun RSI yang berada di area overbought bergerak menurun (bearish divergence), maka kita perlu waspada akan potensi terjadinya pembalikan arah.  Sinyal jual didapatkan setelah harga melewati trendline.  Keadaan tersebut dapat dilihat pada chart IHSG sekitar akhir bulan Mei 2013 (pada saat itu IHSG turun cukup tajam) :



Sekarang coba perhatikan chart IHSG terbaru di bawah ini, bagaimana pendapat anda ?  Ya, terlihat sejak sekitar 2 bulan yang lalu IHSG mulai ada indikasi bearish divergence. 



§Trading itu ibarat permainan catur, kita tidak dapat memprediksi seratus persen akurat apa yang akan diambil oleh lawan kita.  Demikian juga dalam trading, kita tidak dapat mengetahui secara pasti (100% benar) ke mana harga akan bergerak.  Untuk itu, kita harus menyiapkan berapa level stop loss yang akan diambil, jika harga bergerak tidak sesuai harapan.


No comments:

Post a Comment