1.Mengidentifikasi kondisi overbought
dan oversold
Ketika RSI berada di area oversold bergerak ke
atas menembus garis 30, dan RSI memotong ke atas garis signalnya, serta muncul
candle jenis reversal (seperti hammer, inverted hammer atau piercing line, dll)
ini merupakan petunjuk adanya sinyal beli (lihat
tanda panah hijau).
Sebaliknya ketika RSI berada di area overbought
bergerak ke bawah menembus garis 70, dan RSI memotong ke bawah garis signalnya,
serta muncul candle jenis reversal (seperti shooting star, hanging man, dll)
ini merupakan petunjuk adanya sinyal jual (lihat tanda
panah merah).

2.Perpotongan dengan garis 50 (the
center line cross over) ®
momentum
RSI dapat digunakan
untuk mengukur kekuatan momentum kenaikan atau penurunan harga. Cross over ini terjadi pada garis 50 (center
line). Bila garis RSI menembus garis 50 dari
bawah ke atas, maka dapat diindikasikan akan terjadi trend naik (lihat tanda
panah biru). Sebaliknya, bila garis RSI menembus garis 50 dari
atas ke bawah, maka dapat diindikasikan akan terjadi trend turun. (lihat tanda panah coklat).

3.Divergence
Bila harga sedang
dalam keadaan trend turun, namun RSI yang berada di area oversold bergerak naik
(bullish divergence), maka ada
potensi akan terjadinya pembalikan arah.
Sinyal beli didapatkan setelah harga melewati trendline. Lihat chart ADHI sekitar awal tahun 2014 di
bawah ini :

Sebaliknya, bila
harga sedang dalam keadaan trend naik, namun RSI yang berada di area overbought
bergerak menurun (bearish divergence),
maka kita perlu waspada akan potensi terjadinya pembalikan arah. Sinyal jual didapatkan setelah harga melewati
trendline. Keadaan tersebut dapat
dilihat pada chart IHSG sekitar akhir bulan Mei 2013 (pada saat itu IHSG turun
cukup tajam) :

Sekarang coba perhatikan chart IHSG terbaru di bawah
ini, bagaimana pendapat anda ? Ya,
terlihat sejak sekitar 2 bulan yang lalu IHSG mulai ada indikasi bearish
divergence.

§Trading
itu ibarat permainan catur, kita tidak dapat memprediksi seratus persen akurat
apa yang akan diambil oleh lawan kita.
Demikian juga dalam trading, kita tidak dapat mengetahui secara pasti
(100% benar) ke mana harga akan bergerak.
Untuk itu, kita harus menyiapkan berapa level stop loss yang akan
diambil, jika harga bergerak tidak sesuai harapan.
No comments:
Post a Comment