Bollinger Bands adalah
indikator awal yang tidak dapat dipakai sebagai indikator action, harus dipakai
bersama indikator lainnya. Beberapa
indikator action yang baik adalah RSI, Stochastic dan momentum, namun jangan
memakai indikator action lebih dari satu.
Pada umumnya harga akan bergerak dalam sabuk, namun demikian
dapat juga harga bergerak di luar sabuk. Kondisi ini dapat diartikan akan
terjadi pembalikan arah atau malah sebaliknya terjadi penguatan trend yang
sedang berlangsung. Untuk mengetahuinya
kita dapat melihat indikator action yang kita pakai.
Penentuan periode dalam Bollinger Bands juga akan berpengaruh.
Semakin kecil periode yang dipakai, maka lebar sabuk akan semakin kecil dan
demikian sebaliknya.
Contoh indikator Bollinger Bands digabung dengan indikator RSI :

Pada chart SGRO di atas dapat kita lihat :
Bila harga berada di luar upper band atau sama, sementara RSI masih berada di bawah zona overbought, maka ini
berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi (lihat tanda panah merah). Sebaliknya bila RSI
sudah berada di area overbought dan
sedang meninggalkan area overbought (lihat
tanda panah coklat), maka ini berarti
akan ada pembalikan trend dalam beberapa candle ke depan.
Bila harga berada di luar lower band atau sama, sementara RSI masih berada di bawah zona oversold, maka ini
berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi. Sebaliknya bila RSI sudah berada di area oversold dan sedang meninggalkan area oversold (lihat tanda panah hijau), maka ini berarti akan
ada pembalikan trend dalam beberapa candle ke depan.
Jika harga menembus upper
band namun RSI belum juga meninggalkan overbought area,
ini berarti trend masih akan terus
terjadi sampai RSI meninggalkan overbought area (lihat tanda panah biru).
Dapat disimpulkan dari penggunaan
contoh di sini, sebenarnya penggabungan Bollinger Bands dengan indikator
lainnya dapat kita lakukan bila kita memahami penggunaan indikator lain
tersebut dengan benar. Penggunaan
indikator yang tepat akan menghasilkan keputusan yang saling menguatkan dan
menunjang sehingga diperoleh berbagai keuntungan. Semakin kita memahami penggunaan indikator
action maka semakin besar kesempatan kita memanfaatkan Bollinger Bands sebagai
volatilitiy indicator.
Pemakaian Bollinger Bands
Pemakaian Bollinger Bands
Walaupun Bollinger Bands tidak dapat
digunakan sendiri, namun ada beberapa indikasi open buy / sell yang masih bisa kita
peroleh melalui Bollinger Bands terutama melalui middle band. Ingat, pada
dasarnya middle band adalah indikator Simple Moving Average. Ini berarti apa
yang berlaku pada SMA juga berlaku pada middle band:
- Middle band berada di bawah harga, mengindikasikan Bullish trend.
- Middle band berada di atas harga, mengindikasikan Bearish trend.
- Perpotongan antara middle band dan harga, mengindikasikan akan terjadi peralihan trend.
Double bottom buy, terjadi ketika harga menembus lower band dua kali berturut-turut. Adanya double bottom merupakan indikasi akan terjadi peningkatan harga. Namun untuk memastikannya, diperlukan konfirmasi harga menembus middle band. Jika telah menembus middle band, maka bisa diperkirakan akan terjadi uptrend dimana kita harus membuka posisi buy. Kondisi double bottom buy tersebut terlihat pada chart ACES di bawah ini :

Double top sell yaitu keadaan dimana harga menembus upper band dua kali berturut-turut dan divalidasi dengan penembusan middle band. Keadaan ini merupakan indikasi akan terjadi penurunan harga. Double top sell terlihat pada chart BJBR di bawah ini :

No comments:
Post a Comment