Thursday, 12 February 2015

bollinger band (karakter)

Bollinger Bands adalah indikator awal yang tidak dapat dipakai sebagai indikator action, harus dipakai bersama indikator lainnya.  Beberapa indikator action yang baik adalah RSI, Stochastic dan momentum, namun jangan memakai indikator action lebih dari satu.
Pada umumnya harga akan bergerak dalam sabuk, namun demikian dapat juga harga bergerak di luar sabuk. Kondisi ini dapat diartikan akan terjadi pembalikan arah atau malah sebaliknya terjadi penguatan trend yang sedang berlangsung.  Untuk mengetahuinya kita dapat melihat indikator action yang kita pakai.
Penentuan periode dalam Bollinger Bands juga akan berpengaruh. Semakin kecil periode yang dipakai, maka lebar sabuk akan semakin kecil dan demikian sebaliknya.
Contoh indikator Bollinger Bands digabung dengan indikator RSI :
SGRO BB.bmp
Pada chart SGRO di atas dapat kita lihat :
Bila harga berada di luar upper band atau sama, sementara RSI masih berada di bawah zona overbought, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi (lihat tanda panah merah). Sebaliknya bila RSI sudah berada di area overbought dan sedang meninggalkan area overbought (lihat tanda panah coklat), maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa candle ke depan.
Bila harga berada di luar lower band atau sama, sementara RSI masih berada di bawah zona oversold, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi. Sebaliknya bila RSI sudah berada di area oversold dan sedang meninggalkan area oversold (lihat tanda panah hijau), maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa candle ke depan.
Jika harga menembus upper band namun RSI belum juga meninggalkan overbought area, ini berarti trend masih akan terus terjadi sampai RSI meninggalkan overbought area (lihat tanda panah biru).
Dapat disimpulkan dari penggunaan contoh di sini, sebenarnya penggabungan Bollinger Bands dengan indikator lainnya dapat kita lakukan bila kita memahami penggunaan indikator lain tersebut dengan benar.  Penggunaan indikator yang tepat akan menghasilkan keputusan yang saling menguatkan dan menunjang sehingga diperoleh berbagai keuntungan.  Semakin kita memahami penggunaan indikator action maka semakin besar kesempatan kita memanfaatkan Bollinger Bands sebagai volatilitiy indicator.

Pemakaian Bollinger Bands
Walaupun Bollinger Bands tidak dapat digunakan sendiri, namun ada beberapa indikasi open buy / sell yang masih bisa kita peroleh melalui Bollinger Bands terutama melalui middle band. Ingat, pada dasarnya middle band adalah indikator Simple Moving Average. Ini berarti apa yang berlaku pada SMA juga berlaku pada middle band:
  • Middle band berada di bawah harga, mengindikasikan Bullish trend.
  • Middle band berada di atas harga, mengindikasikan Bearish trend.
  • Perpotongan antara middle band dan harga, mengindikasikan akan terjadi peralihan trend.

Double bottom buy, terjadi ketika harga menembus lower band dua kali berturut-turut. Adanya double bottom merupakan indikasi akan terjadi peningkatan harga.  Namun untuk memastikannya,  diperlukan konfirmasi harga menembus middle band. Jika telah menembus middle band, maka bisa diperkirakan akan terjadi uptrend dimana kita harus membuka posisi buy. Kondisi double bottom buy tersebut terlihat pada chart ACES di bawah ini :

ACES BB.bmp
Double top sell yaitu keadaan dimana harga menembus upper band dua kali berturut-turut dan divalidasi dengan penembusan middle band.  Keadaan ini merupakan indikasi akan terjadi penurunan harga.  Double top sell terlihat pada chart BJBR di bawah ini :

BJBR BB.bmp

No comments:

Post a Comment